19 April 2009

Panduan Menggunakan Microsoft Power Point

MEMULAI PROGRAM MICROSOFT POWER POINT
1. Klik tombol Start pilih All Program pilih Microsoft Office lalu pilih Microsoft Power Point 2003. Tunggu beberapa saat hingga muncul window MS. Power Point.

Gambar 1. Interface MS. Power Point

Keterangan :
a. Title bar = menampilkan nama program dan nama file.
b. Menu bar = menampilkan seluruh perintah kerja pada program.
c. Tool bar = rangkuman beberapa perintah yang sering dipakai yang ditampilkan dalam bentuk icon/ gambar.
d. Slide pane = menampilkan urutan slide dan outline.
e. Page = halaman untuk membuat materi presentasi.
f. Taks pane = menampilkan kumpulan perintah
g. Drawing tool bar = menampilkan perintah-perintah untuk membuat obyek gambar.
h. Status bar = menampilkan status pekerjaan, misalnya jumlah slide, slide yang sedang aktif, tool yang sedang aktif, dan lain-lain.

MEMBUAT DOKUMEN BARU
Ketika pertama kali membuka program MS. Power Point maka akan langsung tampil dokumen baru dengan sebuah slide yang siap diisi dengan materi.
1. klik pada "Click to add tittle" lalu ketik judul presentasi yang ingin anda buat. Misalnya kita akan membuat materi presentasi kuliah Teknik Periklanan. Judul yang kita ketik adalah "MANAJEMEN WARNA".
2. Klik pada "Click to add sub tittle" lalu ketik sub judul dengan teks "Materi Kuliah Desain Grafis Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto"
3. klik menu Insert lalu New Slide. Perhatikan pada bagian kiri window akan bertambah satu slide baru.
4. klik pada " Click to add tittle" lalu tulislah "Spektrum Warna".
5. klik pada "Click to add text" lalu ketiklah:
• Perbedaan gelombang cahaya menghasilkan perbedaan warna.
• Spektrum warna adalah informasi berbagai jenis warna yang terbentuk dari perbedaan gelombang cahaya.
• Spektrum warna yang dapat dilihat oleh mata manusia adalah warna yang berada pada panjang gelombang antara 400nm sampai 700nm.

MENYIMPAN DOKUMEN BARU
1. Klik menu File lalu pilih Save As.
2. Pada File Name ketiklah "Manajemen warna".
3. Pada Save In arahkan ke lokasi folder yang anda inginkan untuk menyimpan.
4. Klik tombol Save.

Gambar 2. Save As

MEMILIH LAYOUT SLIDE
Slide bisa diisi dengan berbagai komponen selain teks, misalnya gambar, tabel, grafik, audio, video. Untuk memasukkan komponen-komponen tersebut maka sebelumnya kita perlu memilih jenis-jenis layout yang tersedia.
1. Buatlah slide baru dengan cara menekan tombol Ctrl + M
2. Klik menu Task pane (berbentuk panah ke bawah) yang terdapat disebelah kanan window, sehingga tampilan task pane menjadi seperti berikut:
Gambar 3. Slide layout

3. Klik pada layout Title and Content, untuk mengubah layout agar bisa diisi dengan komponen selain teks.
Gambar 4. Slide dengan layout Title and Content.

4. Klik pada "Click to add tittle" lalu ketik judul "Spektrum Warna:.
5. Klik pada ikon Picture yang terdapat pada "Click to add content" maka akan muncul kotak dialog untuk memasukkan gambar.
Gambar 5. Insert Picture

6. Carilah letak file gambar Picture1.jpg yang ingin dimasukkan yaitu di drive D:\, jika sudah ketemu klik tombol Insert.
7. Klik menu Insert lalu Picture dan pilih From File. Carilah gambar Picture2.jpg yang terletak di drive D:\. Perintah yang baru saja dilakukan adalah cara lain untuk memasukkan obyek ke slide.
8. Jangan lupa simpan kembali dokumen presentasi anda dengan memilih menu File dan pilih Save, atau klik tombol Ctrl+S, atau klik tombol Save pada toolbar, atau tekan tombol Alt+F+S.

MEMBUAT TABEL
1. Klik menu Insert lalu pilih New Slide
2. Pada task pane Layout, pilih Tittle and 2 Content, maka slide baru akan memiliki layout seperti berikut:
Gambar 6. Title and 2 Content.

3. Klik pada "Click to add tittle" dan ketik "Transformasi Warna".
4. Klik pada ikon table pada content di sebelah kiri, maka muncul kotak dialog untuk memasukkan jumlah kolom dan baris seperti berikut:
Gambar 6. Insert Table

5. Masukkan masing-masing pada jumlah kolom dan jumlah baris 5, lalu klik tombol OK.
6. Blok pada baris paling atas dan klik kanan lalu pilihlah Merge Cells.
7. Isi dan aturlah tabel sehingga seperti tabel berikut ini:
RGB  CMYK
Magenta = Blue + Red
Cyan = Green + Blue
Yellow = Red + Green
Tabel 1. Transformasi warna RGB  CMYK

8. Ulangi perintah nomor 4 sampai 6 untuk membuat tabel di sebelah kanannya. Isi tabel sebelah kanan adalah sebagai berikut:

CMY  RBG
Red = Yellow + Magenta
Green = Cyan + Yellow
Blue = Magenta + Cyan
Tabel 2. Transformasi warna CMY  RBG

MEMBUAT DIAGRAM DAN GRAFIK
1. Buatlah slide baru
2. pilih slide layout menjadi Title and 2 Content.
3. klik ikon Diagram maka muncul kotak dialog seperti berikut:

Gambar 7. Diagram Gallery

4. Ada banyak pilihan diagram yang bisa anda buat, diantaranya Organization Chart, Cycle Diagram, Radial Diagram, Pyramid Diagram, Venn Diagram, dan Target Diagram. Pilihlah Organization Chart lalu klik OK.
5. Ketik "Warna" pada kotak paling atas.
6. Ketik "Primer" pada kotak paling kiri yang ada dibawahnya.
7. Ketik "Sekunder" pada kotak disebelah kanannya.
8. Hapus kotak paling kanan yang tidak digunakan dengan cara klik lalu tekan tombol Delete pada keyboard.
9. Klik kanan pada kotak warna primer, lalu pilih Subordinate.
10. Tambahkan subordinate berikutnya sehingga berjumlah 3 buah.
11. Ketik pada masing-masing kotak dengan "Red", "green", "blue".
12. Klik kanan pada kotak warna sekunder lalu pilih subordinate.
13. Tambahkan subordinate berikutnya sehingga berjumlah 3 buah.
14. Ketik pada masing-masing kotak dengan "Cyan", "Magenta", "Yellow".
15. Simpan hasil pekerjaan anda.
16. Berikutnya kita akan membuat grafik disebelah kanan diagram. Caranya adalah dengan klik ikon Insert Chart. Maka akan masuk kedalam kotak dialog untuk memasukkan data.

Gambar 8. Table Sheet

17. Ubahlah data yang ada pada tabel dengan data seperti gambar diatas. Ketika anda mengetikkan data maka akan langsung terlihat hasilnya pada grafik yang ada dibawahnya.
18. Jika sudah selesai maka anda klik diluar obyek tabel dan grafik.

MENGATUR DESAIN SLIDE
1. Klik menu Task pane dan pilihlah Slide Design. Maka tampilan Task pane akan berubah menjadi seperti berikut:
Gambar 9. Slide Design.

2. Geserlah scrool bar pada task pane sambil memilih model-model desain yang tersedia.
3. Klik salah satu desain slide yang anda sukai, maka seketika itu tampilan slide anda yang tadinya masih putih, sekarang menjadi berwarna. Anda perhatikan maka semua slide akan berubah menjadi desain yang sama seperti yang anda klik.
4. Jika anda ingin membuat perbedaan desain pada setiap slide, maka klik pada panah salah satu desain dan pilihlah Apply to selected slides.
Gambar 10. Apply to selected slides.

5. Ulangi langkah ke-4 untuk merubah desain slide yang lain.
6. Klik pada Color Schemes, lalu pilihlah salah satu scheme warna yang tersedia. Anda perhatikan maka semua slide akan memiliki tema warna yang seragam.

Gambar 11. Color Scheme.

MEMBERIKAN EFEK TRANSISI ANTAR SLIDE
1. Untuk memperbagus penampilan materi saat presentasi, maka perlu diberikan efek transisi setiap berpindah antar slide. Cara untuk memberikan transisi antar slide adalah sebagai berikut:
2. Aktifkan slide pertama lalu klik menu Slide Show.
3. Maka tampil di window task pane sebelah kanan berbagai pilihan transisi. Pilihlah salah satu transisi misalnya Box In atau Box Out atau yang lain.
4. Aktifkan slide kedua lalu pilih slide transition yang lainnya. Lanjutkan pemberian transisi untuk slide-slide yang lain.
Gambar 12. Slide Transition.

5. Aktifkan slide kedua lalu ubahlah kecepatan transisi menjadi medium atau slow (lihat gambar diatas). Perintah ini untuk mengatur kecepatan transisi antar slide.
6. Jika transisi antar slide ingin dibuat seragam untuk semua slide maka klik tombol Apply to All Slides (lihat gambar diatas).


MELIHAT HASIL PEKERJAAN
1. Klik menu Slide Show pilih View Show atau tekan tombol F5 untuk melihat hasilnya.
2. Tekan tombol Escape pada keyboard jika preview sudah selesai.
3. Jika hanya ingin preview mulai dari slide tertentu maka tekan tombol Shift+F5.

MEMBERIKAN EFEK ANIMASI PADA TEKS DAN OBYEK
1. Aktifkan slide pertama.
2. Klik menu Task Pane lalu klik Custom Animation.
3. Aktifkan judul tulisan lalu klik icon Add Effect dan pilih Entrance lalu pilih Fly In. perintah ini untuk memberikan animasi melayang pada teks judul.
4. Aktifkan sub judul lalu klik icon Add Effect kemudian pilih Entrance dan pilih More Effect… maka akan muncul window seperti berikut:
Gambar 13. Add Entrance Effect.

5. Pilihlah salah satu efek yang tersedia, misalnya Crawl In lalu klik OK.
6. Silakan anda lanjutkan untuk memberikan efek animasi pada obyek pada semua slide.

MENGATUR EFEK ANIMASI
1. Aktifkan slide pertama lalu klik pada efek animasi pertama yang terletak pada Taskpane seperti gambar berikut ini:
Gambar 14. Custom Animation.

2. Klik pada drop down Direction lalu ubahlah menjadi From Top. Perintah ini untuk mengubah arah animasi datangnya teks.
3. Klik pada drop down Speed lalu ubahlah menjadi Medium. Perintah ini untuk mengubah kecepatan gerak teks.
4. Klik drop down urutan animasi sehingga tampil menu seperti berikut:

Gambar 15. Menu efek animasi.

5. Pilih menu Effect Option, sehingga muncul window seperti berikut ini:

Gambar 16. Effect Option.

6. Klik pada combo box Animate Text lalu pilih By Word.
7. Lihat hasilnya dengan menekan tombol Shift+F5

Panduan Menggunakan Microsoft Excel

I. Mengenal Microsoft Excel
Microsoft Excel, untuk selanjutnya disingkat Excel, adalah program aplikasi yang banyak digunakan untuk membantu menghitung, memproyeksikan, menganalisa, dan mempresentasikan data. Disini kita akan banyak bersinggungan dengan metode2 pembuatan tabel dan grafik yang sangat dibutuhkan sekali dalam penyusunan data2 perusahaan, hasil2 penelitian, maupun dalam pembuatan makalah pribadi.
II. Bekerja dengan Microsoft Excel
A. Lembar Kerja Microsoft Excel

Sebelum mulai memasuki pembahasan Microsoft Excel, ada baiknya kita mengenal lebih dulu bagaimana tampilan Microsoft Excel itu, beserta beberapa istilah2 umum yang akan digunakan. Beberapa istilah2 umum yang diberikan pada gambar dibawah ini akan banyak digunakan dalam pembahasan selanjutnya, sehingga akan lebih baik bila kita menghafalkannya dengan baik.
Gambar 1. Tampilan Microsoft Excel dan beberapa istilah penting

B. Memindahkan Penunjuk Sel (Cell Pointer)

Ada beberapa cara untuk memindahkan cell pointer. Untuk lengkapnya silahkan lihat table dibawah.
Tabel 1. Beberapa Cara Memindahkan Cell Pointer

Tombol Keterangan
Pindah satu sel ke kiri, kanan, atas atau bawah
Enter Pindah satu sel ke bawah
Home Pindah ke kolom A pada posisi baris yang aktif
Ctrl + Home Pindah ke sel A1 pada lembar kerja yang aktif
Ctrl + End Pindah ke posisi sel terakhir yang sedang digunakan
PgUp Pindah satu layer ke atas PgDn Pindah satu layer ke bawah
Alt + PgUp Pindah satu layer ke kiri
Alt + PgDn Pindah satu layer ke kanan
Ctrl + PgUp Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar kerja berikutnya
Ctrl + PgDn Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar kerja sebelumnya

C. Memasukkan Data ke Lembar Kerja

Berbagai jenis data dapat dimasukkan ke dalam lembar kerja seperti teks, nilai, tanggal, jam dan lain sebagainya. Untuk memasukkan data ke dalam suatu sel, dapat mengikuti langkah berikut ini :
1. Pilih atau klik sel tempat anda akan memasukkan data
2. Ketikkan data yang ingin dimasukkan
3. Tekan Enter atau tombol arah panah atau tombol PgUp dan PgDn
D. Memperbaiki Kesalahan Pengetikan

Bila ada kesalahan pengetikan data, anda dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah2 berikut ini :
1. Pilih sel yang datanya ingin diperbaiki, lalu tekan F2. Atau klik tombol kiri maouse 2 kali pada sel yang datanya ingin diperbaiki.
2. Selanjutnya perbaiki data yang salah tersebut dan tekan tombol Enter bila sudah selesai.

E. Menggunakan Rumus

Anda dapat memasukkan rumus yang berupa instruksi matematika ke dalam suatu sel pada lembar kerja. Operator hitung yang dapat digunakan diantaranya adalah + (penjumlahan), -(pengurangan), * (perkalian), dan ^ (perpangkatan).
Untuk mengenali cara penggunaannya, terlebih dahulu marilah membuat table seperti gambar 2 dibawah ini.
Gambar 2. Tabel Upah Kerja
Untuk mengisi sel E5 yakni Total Upah yang Diterima, dapat ditempuh dengan beberapa cara.
1. Menulis Rumus dengan Menggunakan Angka Tetap
a. Tempatkan penunjuk sel pada posisi yang diinginkan (dalam contoh ini E5)
b. Ketik rumus “=48*3500” pada kolom baris rumus dan tekan Enter.

Catatan : Penulisan rumus selalu diawali dengan lambng sama dengan (=).
2. Menulis Rumus dengan Referensi Sel

a. Tempatkan penunjuk sel pada posisi yang diinginkan (dalam contoh ini E5)
b. Ketik rumus “=E3*E4” pada kolom baris rumus dan tekan Enter.

Catatan : Dengan menggunakan cara ini, bila data di sel E3 &(atau) E4 diubah, maka hasil di sel E5 pun akan ikut berubah.
3. Menulis Rumus dengan Cara Menunjuk

Dengan menggunakan keyboard atau mouse :
a. Tempatkan penunjuk sel pada posisi yang diinginkan (dalam contoh ini E5)
b. Ketik “=” pada kolom baris rumus
c. Pilih atau klik sel E3, lalu ketik “*”
d. Pilih atau klik sel E4 lalu tekan Enter.
F. Membuat Range/Blok Sel

Pada saat bekerja menggunakan Excel, kita tidak hanya bekerja dalam satu sel saja. Terkadang, anda akan bekerja dalam grup/kumpulan sel. Misalnya saja bila anda ingin merubah jenis huruf beberapa kolom dan (atau) baris, ingin merubah rumus beberapa kolom dan (atau baris), copy-paste atau mendelete data beberapa kolom dan(atau) baris, dll. Dalam kondisi2 seperti ini, anda dapat menggunakan range/blok sel ini untuk memudahkan kerja anda.
Range dinamakan menurut alamat sel di ujung kiri atas sampai ujung kanan bawah. Sebagai caontoh, range dari sel B2 sampai E7 dituliskan sebagai range B2:E7. (lihat Gambar 3).
Gambar3. Tampilan Range B2:E7
Range/blok sel dapat dibuat dengan beberapa cara :
1. Membuat Range Menggunakan Tombol Shift
a. Tempatkan penunjuk sel awal range/bagian awal sel yang ingin diblok, yaitu B2 (lihat Gambar 3).
b. Sambil menekan Shift, tekan tombol anak panah sampai sel tujuan, yaitu E7
2. Membuat Range Menggunakan Mouse**
3. Membuat Kolom atau Baris
a. Klik sel yang merupakan sel awal range, yaitu B2. Pointer/penunjuk mouse harus barada dalam keadaan tanda plus warna putih (tunjuk ke dalam sel, bukan tepi sel). (lihat Gambar 3).
b. Sambil tetap menekan klik kiri mouse, gerakkan mouse (drag) ke sel tujuan, yaitu sel E7.

Suatu kolom atau baris dapat disorot dengan mengklik huruf kolom atau nomor baris yang anda inginkan. Misalnya cukup klik huruf kolom B bilai ingin menyorot seluruh kolom B.
4. Menyorot Sederetan Kolom atau Baris
Untuk menyorot sederetan kolom (misalnya B, C, D) atau sederetan baris (misalnya 3, 4, 5) dapat dilakukan dengan mengikuti langkah berikut ini :
a. Klik di huruf kolom atau di nomor baris awal (di contoh ini adalah B atau 3)
b. Sambil tetap menekan tombol mouse kiri, geserlah(drag) pointer(penunjuk) mouse hingga menyorot seluruh baris itu (di contoh ini adalah D atau 5).
Gambar4. Menyorot Sederetan Kolom

G. Menghapus Data

Untuk menghapus data di suatu sel atau range tertentu, pindahkan sel ke, atau buatlah range tempat yang ingin dihapus, lalu tekan tombol Delete. Dan bila ingin menghapus format tampilan data/sel dapat dilakukan dengan memilih dan mengklik menu Edit, Clear, Formats.
H. Memasukkan Rangkaian Data dengan Fasilitas AutoFill

Untuk memasukkan data berupa angka atau teks dengan fasilitas AutoFill, dapat dilakukan dengan mengikuti langkah2 berikut ini :
1. Pilih/klik sel tempat posisi awal dari rangkaian data yang ingin anda buat. Misalnya pilih/klik sel B2.
2. Ketik data awal yang anda inginkan. Misalnya teks “Jan” (January)
3. Pada sel berikutnya (sel dibawah/B3 atau disampingnya/C2) ketik data berikutnya yang anda inginkan. Misalnya di B3 ketik “Feb” (February)
4. Sorot/bloklah B2:B3. (Lihat Gambar5)
Gambar5. Tampilan Data Awal
5. Dalam keadaan masih tersorot, arahkan penunjuk/pointer mouse ke pojok kanan bawah sel B3 hingga tanda plus putih berubah menjadi plus hitam
6. Tekanlah tombol kiri mouse dan geser/drag posisi pointer mouse ke sel yang diinginkan misalnya B12. Dengan ini rangkaian data angka dapat ditampilkan. Lihat Gambar 6.
Gambar6. Hasil Rangkaian Data dengan Teknik AutoFill
I. Menggunakan Fasilitas AutoCalculate dan AutoSum

1. AutoCalculate

Fasilitas AutoCalculate (penghitungan otomatis) digunakan untuk melakukan penghitungan dengan cepat dan mudah dari data2 yang cukup banyak dalam suatu range tertentu. Didalam fasilitas AutoCalculate ini terdapat 6 buah perintah, yakni perintah otomatis untuk menghitung rata2 (Average), jumlah data (Count), banyak data angka (Count Nums), nilai max (Max), nilai min (Min), dan jumlah data angka (Sum).
Cara menggunakannya adalah sebagai berikut :
1. Sorot range data yang akan dikalkulasi/hitung. Misal sorot range C7:C12 dari data seperti dibawah ini.
Gambar7. Contoh Penggunaan AutoCalculate
2. Klik tombol kanan mouse di baris status, dan pilihlah jenis kalkulasi yang anda inginkan. Misalkan pilihlah Average(A) untuk menghitung rata2 data.
3. Hasilnya akan ditampilkan di baris status.
2. AutoSum

Fungsi AutoCalculate diatas adalah untuk menghitung cepat data2 yang cukup banyak, tetapi tidak dapat menuliskan secara otomatis di lembar kerja anda. Khusus untuk penjumlahan (Sum), ada cara mudah lain untuk melakukannya yang sekaligus juga dapat langsung menuliskannya ke lembar kerja anda. Caranya adalah dengan menggunakan tombol toolbar AutoSum (Σ).
Misalnya dalam contoh diatas, bila kita ingin menuliskan total unit, letakkan pointer mouse ke tempat yang kita inginkan (misalnya C13), lalu tekan tombol Σ di toolbar. Selanjutnya sorot range yang ingin dijumlahkan (dalam contoh ini adalah C5:C10) dan tekan Enter.
Gambar8. Contoh Penggunaan AutoSum

LATIHAN SOAL
Buatlah lembar kerja daftar penjualan ponsel dari PT. SEJAHTERA menjadi seperti bentuk dibawah ini. Serta isi pulalah tempat kosong pada kolom dan baris JUMLAH.
Ketentuan Soal :
Buat rangkaian nama bulan dengan menggunakan fasilitas AutoFill
• • • Hitung jumlah penjualan mobil setiap bulannya dan untuk setiap merk
Simpanlah lembar kerja pada komputer dengan menggunakan nama file Latihan.XLS.

J. Mengatur Lebar Kolom
1. Mengatur Lebar Kolom Menggunakan Mouse

1. Arahkan pointer mouse pada batas kanan kolom yang akan diubah hingga tanda plus warna putih berubah menjadi tanda panah dua arah.

Catatan : Bila ingin mengubah lebar sederet kolom, terlebih dahulu bloklah kolom yang akan diubah lebarnya, kemudian tempatkan pointer mouse ke batas kanan salah satu kolom tersebut.
2. Klik tombol kiri mouse, dan sambil terus menekan mouse geser(drag)-lah mouse hingga lebar kolom sesuai yang diinginkan.
2. Mengatur Lebar Kolom Sesuai Data Terpanjang
1. Arahkan pointer mouse pada batas kanan huruf kolom yang akan diubah lebarnya.
2. Klik dua kali pada batas kolom. Lebar kolom akan mengikuti data terpanjang yang ada pada kolom seperti terlihat pada gambar9.
Gambar9. Mengubah Lebar Kolom Sesuai Data Terpanjang

K. Mengatur Tinggi Baris
1. Arahkan pointer mouse pada batas bawah baris yang akan diubah hingga tanda plus warna putih berubah menjadi tanda panah dua arah.

Catatan : Bila ingin mengubah tinggi sederet baris, terlebih dahulu bloklah baris yang akan diubah tingginya, kemudian tempatkan pointer mouse ke batas bawah salah satu baris tersebut.
2. Klik tombol kiri mouse, dan sambil terus menekan mouse, geser(drag)-lah mouse hingga tinggi baris sesuai yang diinginkan.
L. Mengatur Format Tampilan Huruf

Data yang ketikkan pada lembar kerja dapat ditampilkan dengan berbagai bentuk untuk memudahkan dan membuat variasi dalam lembar kerja anda. Bentuk huruf (font), ukuran huruf (size), garis bawah (underline), warna huruf (color) dan efek khusus lainnya dapat anda tambahkan dalam data anda.
Dua cara dalam melakukan format huruf dapat ditempuh melalui perintah yang ada di baris menu dan toolbar.
1. Format Melalui Perintah di Baris Menu
a. Sorot sel atau range yang akan anda format
b. Pilih dan klik menu Format(O), Cells (CTRL+1), dan kotak dialog Format Cells akan ditampilkan
c. Pada kotak dialog Format Cells tersebut, klik tab Font.
d. Tambahkanlah efek khusus yang diinginkan pada teks dan klik OK.
Gambar10. Kotak Dialog Format Cells – Tab Font
2. Format Melalui Toolbar

Tabel2. Jenis2 Perintah Toolbar untuk Melakukan Format Tampilan Huruf
M. Meratakan Tampilan Data

Bila diperlukan, anda dapat mengatur tampilan data yang tersimpan pada suatu sel atau range tertentu agar posisinya ditampilkan rata kanan, kiri, di tengah sel atau di tengah beberapa kolom tertentu.
Ada 2 cara yang dapat ditempuh dalam melakukan perataan tampilan data ini, yakni dengan menggunakan perintah yang ada di baris menu dan toolbar.
1. Meratakan Data dengan Peintah di Baris Menu
a. Sorotlah sel atau range yang akan anda ubah tampilan datanya
b. Pilih dan klik menu Format(O), Cells (CTRL+1) dan kotak dialog Format Cells akan ditampilkan
Gambar11. Kotak Dialog Format Cells – Tab Alignment
c. Pada kotak dialog tersebut, klik tab Alignment
d. Lakukan pemilihan sesuai keinginan anda pada kotak :
Vertical : digunakan untuk memilih perataan secara vertical. Pilihan yang dapat dilakukan adalah Top (rata atas), Center (rata tengah), Bottom (rata bawah), Justify (seluruh data ditampilkan pada sel secara penuh).
• Horizontal : beberapa pilihan yang dapat dilakukan adalah :
Orientation : untuk mengatur orientasi data dan derajat kemiringannya.

e. Klik OK
Gambar12. Contoh Tampilan Data Secara Horizontal
Gambar13. Contoh Tampilan Perataan Data dengan Kemiringannya
2. Meratakan Data dengan Perintah pada Toolbar

Tabel 3. Perintah Meratakan Data pada Toolbar

N. Menambahkan Garis Pembatas dan Bingkai

1. Sorotlah sel atau buatlah range, tempat yang akan diberi bingkai
2. Pilih dan klik menu Format(O), Cells (CTRL+1). Lalu klik tab border. Kotak dialog akan tampil seperti di bawah ini.
Gambar14. Kotak Dialog Format Cells – Tab Border
3. Pada bagian Presets, pilih dan klik salah satu tombol berikut :
None, digunakan untuk menghapus garis pembatas dan bingkai
• Outline, digunakan untuk membuat bingkai disekeliling sel atau range
• Inside, digunakan untuk membuat garis pembatas didalam range
4. Pada bagian Border, pilih dan klik garis pembatas yang diinginkan
5. Pada kotak pilihan Style, pilih jenis garis yang diinginkan
6. Pada kotak pilihan Color, pilihlah jenis warna yang diinginkan
7. Gambar di bagian border adalah preview bingkai atau garis pembatas yang telah anda set. Klik OK bila sudah selesai.
Gambar15. Contoh Bentuk Garis Pembatas dan Bingkai
O. Menyisipkan Sel, Baris dan Kolom

Kadangkala kita perlu untuk menyisipkan baris atau kolom karena saat memasukkan/mengetikkan data, ternyata ada data2 yang terlewat. Langkah2 yang dapat ditempuh adalah seperti berikut ini :
1. Sorotlah sel, atau buatlah range tempat sel, baris atau kolom baru akan disisipkan
2. Pilih dan klik di baris menu :

Insert, Rows untuk menyisipkan baris baru
• Insert, Column untuk menyisipkan kolom baru
• Insert, Cells untuk menyisipkan sel baru
Gambar15. Contoh Penyisipan 2 Buah Baris Pada Lembar Kerja
P. Menghapus Sel, Baris atau Kolom

Selain data yang terlewat, terkadang kita juga menemukan data2 yang mengalami penulisan dua kali. Untuk yang semacam ini, untuk memperbaiki penulisan data dapat ditempuh dengan menghapus sel, baris ataupun kolom.
1. Sorot sel atau range tempat sel, baris atau kolom yang akan dihapus
2. Pilih dan klik menu Edit, Delete. Kotak dialog Delete akan ditampilkan
3. Pilih dan klik salah satu pilihan berikut ini :

Shift cells left, digunakan untuk menghapus isi sel atau range yang anda sorot dan menggantinya dengan data pada baris sama di sebelah kanannya.
• Shift cells up, digunakan untuk menghapus isi sel atau range yang anda sorot dan menggantinya dengan data pada kolom sama di sebelah bawahnya
• Entire row, digunakan untuk menghapus seluruh baris pada sel atau range yang anda sorot
• Entire column, digunakan untuk menghapus seluruh kolom pada sel atau range yang anda sorot
4. Klik OK

SOAL LATIHAN
Buatlah lembar kerja daftar upah harian dari PT. SUKA MAKMUR seperti ditampilkan dibawah ini. Masukkan pula isi dari WAKTU KERJA dan TOTAL UPAH yang masih kosong, serta kemudian ubahlah bentuknya menjadi bentuk table.
Ketentuan Soal :
Waktu Kerja = Jam Keluar Jam Masuk
• • Total Upah = Waktu Kerja * 24 * Tarif Upah/Jam

Panduan Menggunakan Microsoft Acces

Untuk Apa sih kita belajar microsoft Access.
Microsoft Access adalah suatu aplikasi yang dapat membantu kita membuat sebuah aplikasi database dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya digunakan untuk pembuatan aplikasi-aplikasi yang kecil. Misalnya Program untuk Kasir di koperasi, penjualan untuk toko.
Sebelum mulai belajar jangan lupa berdoa dulu kemudian Tanamkan pada diri anda bahwa Microsoft Access itu gampang dan mudah dipelajari. Kuatkan keyakinan pada diri anda bah anda dapat menguasainya.
Di Microsoft Access ada bagian apa aja sih.
a. Table digunakan untuk menyimpan data
b. Query digunakan untuk memanipulasi data
c. Form digunakan untuk frontend aplikasi. Biasanya untuk menampilkan data, menambah data dll.
d. Report digunakan untuk membuat laporan
e. Macro digunakan untuk melakukan satu atau beberapa fungsi.
f. Switchboard digun

Bagaimana memulai microsoft Access
1. Klik Start pilih Program lalu pilih Microsoft Access
2. Setelah terbuka klik Blank Database, pada jendela file new database isikan nama file yang diinginkan misalkan Koperasi (Untuk membuat aplikasi penjualan Barang di Koperasi PT. AGH.)
Kita sudah membuat database dengan nama Koperasi tetapi database itu belum dapat digunakan untuk itu kita perlu membuat Tabel, Form, Query, Report dan Macro bila perlu.

Table
Apa sih Table itu ?
Table adalah tempat untuk menyimpan data. Contohnya data barang disimpan di table barang
Kenapa kita harus buat table ?
Karena kalau kita tidak buat table kita tidak dapat menyimpan data, Jika tidak ada data yang disimpan data tidak dapat diproses.
Kasih tau dong caranya buat table.
Sebelum kita mulai membuat table kita tentukan dulu table-table yang diprelukan beserta field-fieldnya.
Table Barang
* Primary Key

Langkah membuat Table
1. Pada jendela database klik Table.
2. klik dua kali create table in design view
3. pada jendela table ketikan field-field table Barang beserta tipe datanya, jangan lupa tentukan Kode_Barang sebagai Primary Key. seperti gambar dibawah ini.

4. Pilih File lalu Save. Ketikan Nama Table, karena table ini berkaitan dengan Barang. Kit simpan dengan nama “ Tbl_Barang ”.
5. Table Barang sudah selesai dibuat. tutup table untuk membuat table-table lainnya.

Kamu mau bisa bikin tablekan, coba bikin table karyawan, Header_Penjualan dan detail penjualan dengan spesifikasi sebagi berikut.

Table Karyawan simpan dgn nama Tbl_Karyawan
No Field Tipe data Keterangan
1. *NIK Text (5) Nomor Induk Karyawan
2. Nama_Karyawan Text (30) Nama Karyawan
3. Bagian Text (10) Satuan Junmlah Barang

Table Header_Penjualan simpan dengan nama Tbl_H_Pjl
No Field Tipe data Keterangan
1. *No_Fak Text (5) Nomor Faktur
2. Tgk_Fak Date Tanggal Faktur
3. NIK Text (10) Nomor Induk Karyawan

Table Detail_Penjualan simpan dengan nama Tbl_D_Pjl
No Field Tipe data Keterangan
1. No_Fak Text (5) Nomor Faktur
2. Nama_barang Text (30) Nama Barang
3. Satuan Text (10) Satuan Junmlah Barang
4. Harga Number Harga Barang
5 Jumlah Number Jumlah Barang

Kemudian isi Data pada table-table yang kita telah buat, caranya klik dua kali table yang ingin kita isi, kemudian isi data-datanya (cara isinya sama seperti Excell).

Query
Query adalah 'permintaan data' kita berupa bahasa bisnis, untuk mengolah data dalam tabel(-tabel) menjadi satu informasi yang bisa dimengerti. Seperti mengelompokkan sepuluh penjualan terbesar oleh customer yang dimiliki. Ia bisa berdasarkan pada satu tabel saja, atau pada dua/lebih tabel, ataupun berdasarkan pada query yang telah ada.
Query, Apasih Manfaatnya Query ?
Dengan Query kita dapat :
a. Menampilkan data-data tertentu pada suatu table, contohnya kita hanya ingin melihat data pada table barang yang kode barangnya “B001”
b. Menampilkan data dari dua table atau lebih dengan syarat anatr table itu ada field yang berhubungan. Contohnya kita ingin melihat Nomor Faktur “F0001” itu siapa pemiliknya. Di sini kita mengambil data dari table Header Penjualan dan Table Karyawan, Sebagai penghubungnya adalah field NIK.
c. Dapat melakukan operasi perhitungan.
Itulah tiga fungsi utama query.
Query biasanya digunakan sebagai sumber data untuk Report.dan Form.
Bagaimanasih cara membuat query.
Langkah-langkah membuat Query
1. Pada Jendela database pilih Query lalu klik dua kali Create Query In Design View.


2. Pada Jendela Show Table Pilih Table-Table yang akan dipakai dalam Query, mislanya kita pakai table Barang. Klik Tbl_Barang lalu klik Add. Jika tidak ada table yang ingin dipakai lagi klik Close.
Keterangan
Field = Nama Field yang ingn ditampilkan

Table = Nama Table dari Filed tersebut
Sort = Mengurutkan Data hasil query
Show = Mengatur Field ditampikan atau tidak
Criteria = Syarat dari data yang ingin ditampilkan
3. Untuk menampilkan seluruh Field dan seluruh Record pada Tbl_Barang Pada Field, klik tombol panah ke bawah pilih Tbl_Barang.*


4. Untuk melihat hasil Query Pilih menu Query lalu klik Run atau bisa langsung mengklik icon Run pada toolbar.

Hasilnya
5. Untuk menyimpan Query klik icon disket, pada jendela save beri nama query lalu klik OK, Maka Query akan tersimpan dan dapat kita gunakan kapan saja.
6. Untuk menampilkan field-field tertentu saja. Misalnya kita hanya ingin menampilkan Field KoDe_Barang dan Nama_Barang. Caranya pada Field klik tombol panah ke bawah. Pilih Field Kode_Barang, lalu arahkan kursor

kesebelahnya lalu klik tombol panah kebawah pilih Nama Barang. Pastikan kotak kecil pada show tercentang (jika kotak pada show tercentang maka field akan ditampilkan, tetapi bila tidak maka field tidak di tampilkan).

Bila dijalankan, hasilnya
7. Untuk Menampilkan data barang Yang Kode Barangnya = B001. caranya adalah Pilih field-filed yang akan ditampilkan pada field Kode_Barang Criterianya diketik B001.


Bila dijalankan hasilnya,


8. Untuk Menampilkan nomor faktur “F0001” siapa yang punya. Caranya adalah pada saat kita memilih table yang akan digunakan pada query, Pilih Tbl_H_Pjl lalu klik Add, Pilih Tbl_Karyawan, baru klik Close. Kita harus membuat hubungan antara table Tbl_H_Pjl dangan Tbl_Karyawan caranya adalah klik field NIK pada Tbl_H_Pjl tahan lalu geser ke arah field NIK pada Tbl_karywan “akan muncul garis penghubung kedua table” (Jika sudah ada tidak perlu membuat penghubung). Pilih Field-field yang akan ditampilkan, pada field No_Fak pada criterinya diketik “F0001”. Setelah itu Jalankan Query.



Bila di jalankan hasilnya

9. Untuk melakukan operasi perhitungan contohnya kita buat query untuk sub form penjualan. Caranya :
a. Klik Query, lalu klik dua kali Design View pilih tbl_D_Pjl klik Add klik close
b. Pada jendela Query buat Query seperti dibawah ini


Pada kolom terakhir pada field ketikan “ Total Harga = [Harga] * [Jumlah]
Jika dijalankan Hasilnya

c. Simpan Query dengan nama qry_Detail_Penjualan

10. Query itu ada beberapa jenis yaitu :
a. Select Query (yang sedang kita praktekan). Untuk menampilkan data
b. Crosstab Query
c. Make-Table Query (Untuk Menyimpan Data hasil Query kedalam rable Baru)
d. Update Query.(untuk mengupdate nilai dari suatu record atau field)
e. Append Query (untuk memasukan data hasil query kedalam table)
f. Delete Query (Untuk menghapus data pada table)

Untuk Query saya cukupkan sampai disini dulu untuk Query Crosstab, Update dan lainnya kita bahas dikesempatan yang lain.

Form
Form digunakan untuk merepresentasikan ke user atau menerima inputan dari user data-data dalam tabel/query dalam bentuk interface grid, tombol, dan lain-lain kontrol windows. form dalam access bisa dimasukkan ke dalam form lain sebagai control sub form, biasanya jika bekerja dalam transaksi master-detail.
Membuat Form Barang untuk maintenance data barang.
1. Pada Jendela database pilih Form, lalu klik Create Form in Desing wizard, klik New.Pada Jendela New Form pilih Auto Form Columnar, lalu pilih sumber datanya, caranya kita klik tombol panah ke bawah pilih Tbl_Barang klik OK.

Hasilnya
Kita lihat form yang dihasilkan. Untuk memodifikasinya klik Icon Design pada Toolbar.
2. Pada mode design Atur Form agar bisa kita tambahkan control-control yang lain.


3. Tambahkan Tombol untuk menambah data caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, pada Categories pilih Record Operations, pada Actions Pilih Add New Record. Klik Next pada Text ketik Tambah lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Tambah lalu klik Finish.


4. Tambahkan Tombol untuk menghapus data caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, Pada Categories pilih Record Operations, pada Actions Pilih Delete Record. Klik Next pada Text ketik Hapus lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Hapus lalu klik Finish.
5. Tambahkan Tombol untuk menyimpan data caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, Pada Categories pilih Record Operations, pada Actions Pilih Save Record. Klik Next pada Text ketik Simpan lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Simpan lalu klik Finish.
6. Tambahkan Tombol untuk Keluar dari Form caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, Pada Categories pilih Form Operations, pada Actions Pilih Close Form. Klik Next pada Text ketik Keluar lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Keluar lalu klik Finish.


7. Tambahkan combo box untuk mencarida data barang. Caranya block semua control lalu geser kebawah. Pada Toolbox Klik Combo Box pada Combo Box Wizard pilih Find a record on my form based on the value I selected in my Combo Box. Klik Next Pilih Kode Barang jika kita ingin mencari berdasarkan kode barang klik tombol > lalu klik Next, klik Next lagi. Ketikan Klik disini untuk mencari kode barang lalu klik Finish.



8. Tambahkan Label untuk membuat Judul Form. Pada Toolbox klik Label lalu gambarkan di Form Kemudian didalam label tersebut ketikan “Maintenance Data Barang”
9. Setelah selesai dibuat Simpan Form dengan nama frm_Barang

Pembuatan Form Data Barang sudah selesai dan silahkan di test apakah tobol-tombol yang ada sudah berfungsi dengan benar.
Agar Form kelihatan lebih bagus anda bisa mendesain letak-letak control menurut selera Kita.
Pada Form diatas Dividing Line, Record Selector, ScrollBar dan Navigation Button masih muncul untuk menghilangkannya masuk ke mode design lalu klik kotak ujung kanan atas Form kemudian klik kanan lalu pilih properties(ini dilakukan jika jendela properties belum ada). Pada jendela properties set propertiesnya seperti gambar dibawah ini

Ini Gambar Form yang sudah saya sempurnakan.

Kalau kamu memang sudah bisa bikin Form coba buat Form Data Karyawan, caranya sama dengan pembuatan Form Barang.

Form & Subform
Sekarang saatnya kita buat Form Penjualan. Biasanya Karyawan kalau Belanja itu lebih satu barang. untuk itu kita perlu membuat form yang dapat mengakomodasi keperluan tersebut. Form Penjualan terdiri dari Form Penjualn dan Form detail penjualan sebagai sub form, cara membuatnya
Membuat Sub Form Detail Penjualan
1. Pada Jendela database pilih Form, lalu klik Create Form in Design
2. Pada wizard, klik New.Pada Jendela New Form pilih Form Wizard, lalu pilih sumber datanya, caranya kita klik tombol panah ke bawah pilih qry_detail_Penjualan klik OK.
3. Pada jendela Form Wizards Pindahkan Semua Field ke sebelah kiri kecuali field No_Fak. Klik Next. Pilih Data Sheet klik Next Pilih Standard Klik Next lalu klik finish. Hasilnya Terlihat di gambar dibawah ini.

Simpan Form dengan nama frm_Detail_penjualan. Form ini digunakan untuk memasukan data detail barang yang dibeli karyawan, dengan tampilan yang sekarang tentu masih kurang ok untuk itu kita harus memodifikasinya.
Kita Ingin agar Pada saat kita menegtikan kode_barang maka Nama Barang dan Harga Satuanya akan langsung muncul kita masukan Jumlah maka Total Harga akan muncul. Caranya :
4. Masuk pada mode design
5. Hapus Textbox Kode Barang beserta labelnya
6. klik Combo Box Letakan pada tempat textbox kode barang yang telah kita hapus
7. Pada Jendela Combo Box Wizards ikuti gambar-gambar dibawah ini


Setelah Klik Finish Combo box sudah ada pada form kita, ubah poperties name nya menjadi cb_Kode_Barang


Pilih View pada Menu pilih Code, akan muncul jandela Visual Basic Editor. Ketikan kode seperti dibawah ini

Efek dari kode diatas pada saat form dijalankan. Jika kita Pilih salah satu kode barang pada Combo Box maka secara otomatis nama barang, satuan dan harga akan muncul.
Tamabahkan satu text box di bagian Footer Form Pada Proprties Namenya Isi dengan SubTotal.dikotak text box tersebut ketikan “ = Sum([Total Harga]) “


Simpan Form dengan nama frm_Detail_Penjualan

Pembuatan Form Penjualan
1. Pada Jendela database pilih Form, lalu klik Create Form in Design wizard, klik New.Pada Jendela New Form pilih Auto Form Columnar, lalu pilih sumber datanya, caranya kita klik tombol panah ke bawah pilih Tbl_Hpjl klik OK.

2. Masuk ke mode design Tambahkan dua buah Text Box pada properties namenya set masing-masing dengan txt_Nama dan txt_Bagian.
3. Hapus text Box NIK, Tambahkan Combo Box ditempat text box NIK tadi.
4. Pada jendela combo box wizards lakukan langkah-langkah seperti pada gambar

Tampilan di mode design

5. Buka Visual Basic Editor tambahkan script seperti pada gambar


6. Pada Toolbox klik Subform letakan di bawah textbox bagian, akan mucul jendela subForm Wizards. Ikuti langkah-langkahnya seperti dibawah ini.

Setelah klik Finish maka design formnya menjadi seperti ini

7. Pada Tool Box klik Text Box letakan dibawah sub Form detail penjualan. Pada Kotak textbox ketikan =Sub_frm_Detail_Penjualan.Form!SubTotal
8. Tambahkan Tombol Tambah, Hapus, Simpan dan Keluar seperti pada form barang.


9. Aturlah letak-letak textbox dan kontrol-kontrol lainnya yang ada pada form agar form kelihatan menarik, tambahkan label untuk memberi judul form. Setelah semua selesai jangan lupa disimpan, simpan form dengan nama frm_penjualan.

Report
Report, seperti halnya form, digunakan untuk merepresentasikan hasil olahan data menjadi informasi yang siap di cetak di lembaran kertas.
Mengapa kita perlu membuat Report ?.
Jika Atasan Anda meminta laporan penjualan kepada anda, tentunya anda akan segera menyiapkannya anda bisa mencetak table penjualan sebagai laporan tetapi hasil cetakannya tidak seperti laporan yang diinginkan. Cara yang terbaik adalah dengan membuat Laporan Penjualan tersebut dengan menggunakan Report. Dengan Report kapanpun Laporan dibutuhkan maka dengancepat kita dapat menyediakannya.
Bagaiamana Cara Membuat ?
Report dapat dibuat dengan dua cara yaitu maual dan wizards. Pada tutorial terdapat beberapa contoh pembutan report., anda tinggal mengikuti langkah-langkah pembuatannya.
Pembuatan Report
Report Struk Penjualan
digunakan untuk mencetak struk barang-barang yang dibeli karyawan.
1. Sebelum kita buat reportnya terlebih dulu kita buat sumberdata untuk report ini. Sumber data sebuah report bisa dari table atau dari Query. Untuk keperluan ini kita akan membuat Query Struk, Berikut Design untuk Query Struk, Simpan dengan nama qry_Struk

2. Pada Jendela Database klik Report. Klik New, muncul jendela Report Wizard ikuti langkah-langkah seperti gambar berikut ini
Klik Finish

Atur posisi kontrol-kontrol yang ada pada report ssehingga menjadi seperti ini


Pada No_Fak Header klik kanan pilih Sorting and Grouping Pada No_Fak Set Group Footernya Yes (Agar No-Fak Footer ditampilkan sebagi temapat text box untuk Total biaya yang harus dibayar)

Pada No_Fak Footer Tambahkan Textbox Pada labelnya ketikan Total Biaya yang harus dibayar dan pada Textboxnya ketikan =Sum([Total]).
Pada Toolbox klik Line lalu gambarkan di atas textbox Total yang harus dibayar(Garis lurus selebar halaman).
Simpan Report yang telah kita buat ini
Jika kita jalan kan Report saat ini maka akan muncul input box Enter parameter Value, Isi saja dengan F0001. Input box ini muncul disebabkan karena kita menjalankan report bukan dari form Penjualan.

Report Struk digunakan untuk mencetak struk untuk karyawan. Berarti Report ini digunakan pada saat terjadinya transaksi penjualan. Untuk itu masuk ke mode design form penjualan, tambahkan satu command button untuk mencetak struk. Caranya yaitu klik command button pada tool bar, letakan di form akan muncul wizard, ikuti seperti dibawah ini

Terakhir klik finish, kemudian simpan form.
Sekarang mari kita buat Report Penjualan, Sebelum kita membuat Report Penjualan ini kita buat dulu form Laporan yang berfungsi sebagai interface untuk user menjalankan Report
Pembuatan Form Laporan
Pada Jendela Database klik Form kemudian klik create form in design View. Lalu tambahkan dua buah text box masing-masing pada properti Namenya diset txtAwal dan txtAkhir. Rubah labelnya menjadi masing Periode dan s/d. kemudian simpan dengan nama frmLaporan
Pembuatan laporan/ report penjualan menurut periode
Digunakan untuk mencetak rincian penjualan yang terjadi dalam periode yang telah ditentukan. Berikut langkah-langkah pembuatan report ini :

1. Buat Sumber datanya yaitu dengan mebuat querynya, buat designnya seperti dibawah ini.

Pada field tgl_Fak criteria ditulis >=[Forms]![frmLaporan]![txtAwal] And <=[Forms]![frmLaporan]![txtAkhir] yang artinya Record yang akan ditampilkan dalam query ini jika Tgl_fak >= Tanggal yang diketikan pada txtAwal frmLaporan dan <= Tanggal yang diketikan pada txtAkhir frmLaporan. Hasil Query ini kan diurutkan berdasarkan No_Faktur (Pada Field No_Fak Sortnya di set Ascending). Simpan Query dengan nama qry_Penjualanprd
2. Sekarang mari kita buat reportnya - Pada Jendela Database klik Report, klik New Pilih Auto Report Tabular, Sumber datanya pilih qry_Penjualanprd. - Klik OK, maka akan muncul input box yang meminta memasukan tanggal awal. Setelah kita masukan tanggal awalnya kan muncul input box lagi yange meminta memasukan tanggal akhir, setelah kita masukan baru reportnya muncul (Hal ini disebabkan karena kita belum mengaktifkan frm_Laporan). Jika range atau rentang tanggal yang kita masukkan tidak ada dalam table H_Pjl maka reportnya akan muncul seperti ini. - Klik Design View untuk masuk ke mode design Design Report diatas masih kurang bagus, untuk itu kita perlu merubahnya, caranya sama seperti pada design form. Desin Report setelah di rubah - Simpan Report dengan nama rpt_Penjualanprd Summamry Report Penjualan Periode Digunakan untuk mencetak summary Penjualan yang terjadi selama periode yang telah ditentukan. Jika kita juga ingin membuat summary Report Penjualan by periode. Caranya hampir sama.
1. Kita buat sumber datanya dulu, kita bisa memodifikasi qry_Penjualanprd yang kita buat. Caranya Pada jendela database klik Query klik qry_Penjualanprd klik Design Kemudian kita rubah menjadi seperti ini. Pada query ini anda akan melihat Total dibawah sort. Untuk memunculkannya klik tombol Σ pada toolbar. klik File pilih Save As, simpan dengan nama qry_SumPenjualanprd
2. Sekarang mari kita buat reportnya
- Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular
Klik OK, jika muncul input box diklik OK saja, hasilnya
- Klik Design View untuk masuk ke mode design
Design Report diatas masih kurang bagus, untuk itu kita perlu merubahnya, caranya sama seperti pada design form. Design Report setelah di rubah
- Simpan Report dengan nama rpt_sum_Penjualanprd
Sekarang kita buat report untuk laporan seluruh penjualan. Report Seluruh Penjualan Barang. Digunakan untuk mencetak seluruh penjualan yang pernah terjadi dari awal samapi sekarang. Berikut langkah-langkah pembuatan report ini
1. Buat sumber datanya, kebetulan sumber datanya tidak jauh beda dengan qry_Penjualan prd. Untuk itu kita klik qry_Penjualanprd, klik design kemudian rubah isinya menjadi seperti dibawah ini. Criteria pada Tgk_Fak dihapus.
Klik File lalu pilih Save as simpan dengan nama qry_PenjualanAll

2. Sekarang kita buat reportnya. Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular
Klik OK maka Report akan muncul
Masuk ke mode design, kemudian arahkan pointer mouse ke bagian report, klik kanan, pilih Sorting and Grooping, seting seperti dibawah ini
Karena Sortnya berdasarkan No_Fak untuk itu No_Fak Geser ke Posisi Tgk_Fak dan sebaliknya. Modifikasi Report menjadi seperti ini
Simpan dengan nama rpt_PenjualanAll Report Summary Report Seluruh Penjualan Digunakan untuk mencetak summary penjualan yang terjadi dari awal samapai sekarang. Berikut langkah-langkah pembuatan report ini 1. Seperti biasa kita buat sumber datanya dulu, Sumber datanya hampir sama dengan qry_SumPenjualanprd. Untuk itu klik qry_SumPenjualanprd lalu klik design, Hapus criteria yang ada pada field Tgk_Fak
Simpan Query dengan nama qry_SumPenjualanAll

div>

Report Summary Report Seluruh Penjualan
Digunakan untuk mencetak summary penjualan yang terjadi dari awal samapai sekarang. Berikut langkah-langkah pembuatan report ini
1. Seperti biasa kita buat sumber datanya dulu, Sumber datanya hampir sama dengan qry_SumPenjualanprd. Untuk itu klik qry_SumPenjualanprd lalu klik design, Hapus criteria yang ada pada field Tgk_Fak

2. Sekarang kita buat reportnya. Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular dan qry_sumPenjualanAll
Klik OK maka Report akan muncul
Masuk Ke mode design
Kemudian modifikasi Report menjadi seperti ini
Simpan dengan nama rpt_SumPenjualanAll
Pembuatan Report Belanja Karyawan Tentunya kita mau tahu dong karyawan yang belanjanya paling banyak dikoperasi. Untuk kita perlu buat Report Belanja Karyawan, caranya
1. Buat sumber datanya, buat query seperti dibawah ini
Simpan Query dengan nama qry_SumBelanjaKaryawan
3. Sekarang kita buat reportnya. Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular dan qry_sumPenjualanAll
Klik OK akan muncul dua kali input box sis masing-masing dengan 1/1/2 dan 1/31/2. Jika kita ingin mengetahui Karyawan yang belanja pada tanggal 1 Jauari 2002 s.d 31 januari 2002. maka Report akan muncul
Masuk Ke mode design
Kemudian modifikasi Report menjadi seperti ini
Simpan dengan nama rpt_SumBelanjaKaryawan Semua Report telah selesai kita buat, kita kembali ke Form Laporan untuk menambahkan Tombol Tombol untuk mengaktifkan report yang telah kita buat
Masuk ke mode design dari frm_laporan
Pada Toolbox klik CommandButton lalu gambarkan di Form
Klik Next, Pilih Report yang ingin di tampilkan misalanya kita ingin menampilkan Report Pejualan Periode, kita pilih rpt_Penjualanprd
Klik Next, Klik Text, pada kotak ketik Penjualan by Periode
Klik Next, Pada kotak ketik cmd_Penjulanprd (Sesuai dengan Report yang diaktifkan)
Klik Finish. Maka akan terlihat
Tambahkan satu CommandButton yang Fungsinya untuk keluar dari form ini caranya sama seperti pembutan Tombol keluar pad form Barang. Berikut Design Form yang sudah jadi, Jangan lupa pad form Poperti set scrollbar, Record Selector, Navigation Button dan Dividing Line.
SwitchBoard
Semua Form dan Report telah selesai, sekarang kita buat Menu Utamanya.
Pada Access kita dapat membuat menu utama dengan memakai SwitchBoard. Caranya :
- Pada menu bar Pilih Tools pilih Database Utilities pilih Switchboard Manager
- Akan muncul message box switchboard klik Yes
- Pada Jendela Switchboard Manager klik Edit lalu klik New Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK Klik New
Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK Klik New
Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK Klik New
Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK Klik New
Isi Text, Command Seperti di atas lalu Klik OK Klik Close, klik Close lagi. Maka akan terlihat Form Switchboard pada Form
Pada Form klik dua kali Switchboard, Maka akan muncul Menu Utama yang kiat buat dari Switchboard tadi
Pada Aplikasi bila dijlankan tentunya yang pertama muncul adalah menu utamanya. Untuk itu kita harus menset agar Switchboard ini alangsung muncul pada saat aplikasi kita dijalankan, Caranya yaitu :
Pada menu bar klik Tools pilih Startup pada jendela startup Setting
Maka setiap kali anda menjalankan aplikasi ini maka yang pertama muncul dalah Switchbord yang telah anda buat.
Maka selesailah pembuatan Aplikasi ini